JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyatakan, pembayaran THR tahun 2021 harus dikasih paling lambat 7 keadaan sebelum hari raya keyakinan. Hal tersebut tercantum dalam Surat Edaran Menaker Nomor M/6/HK. 04/IV/2021 Tentang Pengamalan Pemberian Tunjangan Hari Umum Keagamaan Tahun 2021 Untuk Pekerja/Buruh di Perusahaan

“Berdasarkan PP Bagian 36 Tahun 2021 mengenai Pengupahan dan Peraturan Menaker Nomor 6 tahun 2016 tentang THR bagi pelaku di perusahaan, pemberian THR merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja, ” ujar Ida.

  Baca juga: Agenda Pencairan THR PNS, Yuk Siap-Siap Dapat Duit Segepok

Selengkapnya, Okezone telah merangkum beberapa fakta mengenai pencairan THR bagi pekerja/buruh dalam perusahaan, Sabtu (17/4/2021).

1. Itu rincian besaran THR bagi pekerja/buruh

Bagi pekerja/buruh yang ada masa kerja 12 bulan secara terus menerus ataupun lebih, diberikan THR sebesar 1 bulan upah. Untuk pekerja yang telah memiliki masa kerja satu bulan secara terus menerus kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional dengan perhitungan jumlah masa kerja semenjak 12 dikalikan 1 bulan upah.

  Baca juga: Setimbal Sanksi bagi Perusahaan dengan Telat dan Tak Tukar THR

Lalu bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan konvensi kerja harian, upah satu bulan dihitung berdasarkan zaman kerjanya juga. Pekerja/buruh dengan telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau bertambah, upahnya 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah dengan diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

Sementara itu, pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, imbalan 1 bulan dihitung bersandarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama era kerja.

2. Perusahaan dilarang mencicil THR tahun ini

Menaker Ida Fauziyah menegaskan bahwa pemberian THR kepada pekerja atau buruh tidak dicicil. “Pengusaha tidak boleh mencicil pembayaran THR kepada karyawan. THR harus diterima pekerja secara penuh sesuai haknya, ” ucap Ida dalam konvensi pers virtual di Jakarta, Senin (12/4/2021).

Dia mengatakan bahwa sebelumnya di tahun 2020, pemerintah telah mengizinkan pengusaha mencicil dan menunda pembayaran THR karena terdampak pandemi Covid-19. Tapi, kondisi tahun ini berbeda karena ekonomi sudah mulai pulih.