JAKARTA – PT Bank BTPN Tbk ( BTPN ) memutuskan tak membagikan dividen kepada para-para pemegang saham. Hal ini seperti diputuskan dalam Kerap Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

“Keputusan RUPS Tahunan untuk tidak membagikan dividen kepada para-para pemegang saham di tengah situasi saat ini yang masih sangat menantang untuk kami mencerminkan komitmen kuat dari pemegang saham kepada penguatan fundamental Bank BTPN serta dukungan nyata arah rencana-rencana pertumbuhan Perseroan secara berkelanjutan, ” ujar Direktur Utama Bank BTPN, Ongki Wanadjati Dana dikutip daripada keterbukaan informasi BEI, Senin (26/4/2021).

Baca Juga:   Bank BTPN Bayar Pokok & Obligasi ke-12 Sebesar Rp916, 8 Miliar 

Ongki menambahkan, di tengah tantangan pandemi dengan menciptakan tekanan luar piawai pada perekonomian global tercatat sektor perbankan nasional, bohlam 31 Desember 2020 Bank BTPN mencatatkan kenaikan total aset dari Rp181, enam triliun menjadi Rp183, dua triliun atau naik satu persen (year-on-year/yoy). Rasio-rasio Bank berada di tingkat dengan sehat, dimana rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) terjaga pada 25, 55 persen, rasio likuiditas (loan-to-funding ratio/LFR) sebesar 93, 60 persen, liquidity coverage ratio (LCR) mencapai 281, 70 persen, sedangkan Net Stable Funding Ratio (NSFR) 115, 34 persen.

Meskipun BTPN mencatatkan kemerosotan penyaluran kredit sebesar 4 persen (yoy) menjadi Rp136, 2 triliun, namun segmen korporasi masih mencatat pertumbuhan sebesar 4 persen menjadi Rp78, 6 triliun (yoy). Di sisi lain, Bank BTPN masih dapat mengelola penyaluran kredit tetap segar dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Hal ini tercermin di rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) sebesar 1, 21 persen pada akhir Desember 2020.