JAKARTA – Pemimpin Joko Widodo (Jokowi) kembali mengamati masih adanya kementerian/lembaga dan negeri daerah yang bekerja secara rutinitas tanpa adanya terobosan. Dia melahirkan salah satu dampaknya realisasi bayaran menjadi terlambat.

“Akibatnya tadi realisasi belanja dengan sudah dianggarkan baik di APBN baik di APBD terlambat, ” katanya saat membuka Rakornas Logistik Barang/Jasa Pemerintah secara virtual, kurang waktu lalu.

  Mengaji juga; Sofyan Djalil Beberkan Cara Pak Harto Bangun Infrastruktur

Dia mengecap bahwa waktu yang tersisa untuk belanja saat ini kurang sejak sebulan. Dia menyoroti masih ada sektor yang belum melakukan logistik.

“Tadi pak LKPP menyampaikan ini bulan November, sudah tanggal 18 November. Masih ada yang untuk proses wujud masih dalam proses Rp40 triliun. Terus mengerjakannya kapan? Pengerjaannya kapan? Tinggal sebulan. Ingat tanggal 22 sudah tutup masuk libur panjang tutup tahun, ” ujarnya.

Ada sejumlah fakta menarik dari sentilan Jokowi, berikut bukti yang dirangkum Okezone , Minggu (22/11/2020).

  Baca juga: Menyinggung Belanja Konstruksi Lambat, Jokowi: Mampu Ambruk Bangunannya

1. 2 Ruas Pungutan Siap Diresmikan

Dua di antaranya adalah Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar Seksi 1-3 (Krian-Bunder) di Jawa Timur dan Jalan tol Layang Penghabisan Pandang Seksi 3 (AP Pettarani) di Sulawesi Selatan.

Sejumlah ruas Jalan Pungutan lain yang siap dioperasikan serupa Jalan Tol Bogor Ring Road Seksi 3A (Simpang Yasmin-Kayu Manis) di Jawa Barat. Jalan Pungutan Balikpapan-Samarinda Seksi 1 (km 13-Samboja) di Kalimantan Timur. Jalan Pungutan Kayu Agung-Palembang-Betung Seksi 1 tahap 1B (Kayu Agung-Jakabaring-SS Keramasan) pada Sulawesi Selatan.

Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu Bagian 1 dan 2A di Jawa Barat-Jakarta. Serta, Jalan Tol Medan-Binjai Seksi 1 Segmen 1B-1D pada Sumatera Utara.

2. 8 SDA Jadi Diresmikan

Sementara itu, delapan infrastruktur Sumber Daya Air atau bendungan yang juga diresmikan hingga Desember tahun ini di antaranya, Tanggul Tapin di Kalimantan Selatan. Tanggul ini sudah dikerjakan sejak 2015 dan menelan biaya Rp1, 02 triliun.

Total tampung Bendungan Tapin mencapai 56 juta meter kubik. Sementara besar genangannya 425 hektare (ha), tali air 5. 472 ha, air baku 0, 50 meter kubik bagi detik, serta daya listrik 3, 3 megawatt.

Kedua adalah Bendungan Napun Gete di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bendungan ini menelan biaya Rp 884 miliar dengan kapasitas tampung 11 juta meter kubik. ke-3, Bendungan Tukul di Pacitan, Jawa Timur yang bisa menampung 8 juta meter kubik air. Infrastruktur ini dikerjakan sejak 2013 secara biaya Rp916 miliar.