JAKARTA – Kredit Perumahan Rakyart (KPR) merupakan alternatif alternatif pinjaman kredit untuk memiliki panti. Berdasarkan data Bank Indonesia, 70% masyarakat memilih menggunakan pinjaman KPR untuk membeli rumah hunian karakter.

KPR di Nusantara hingga saat ini masih banyak disediakan oleh perbankan, meskipun sudah ada beberapa perusahaan pembiayaan (leasing) yang juga menyalurkan pembiayaan daripada lembaga sekunder pembiayaan rumah.

Baca Juga:   Angin Hangat, Sri Muyani Bakal Subsidi Bunga KPR Tipe 70

Bagi yang baru sedia mengajukan KPR, harap memperhatikan kaum hal. Seperti dikutip dari sendi “Beli Rumah Dengan Gaji Rp 5 Juta” oleh Rina Dewi Lina, M. M., Erwin Faizal, M. S. M., Jakarta, Sabtu (1/8/2020), ada gambaran ketika hendak mengambil KPR untuk pembelian rumah second, perlu perhatikan alur prosesnya.

1. Setelah tersedia kesepakatan harga dengan pemilik vila, mendatangi bank.

dua. Selanjutnya, petugas bank akan bertanya perihal maksud kedatangan. Jelaskan dengan detail dan jujur.

3. Aparat bank akan memberitahukan dokumen barang apa saja yang harus diserahkan. Bila sudah terkumpul semua berkas lekas serahkan kepada petugas bank.

Baca Juga:   Bansos Baru, UMKM Akan Dapat Duit Rp2, 4 Juta dan Korban PHK Rp2 Juta

Namun, karena mengambil rumah second, selain dokumen pemohon, harus menyerahkan dokumen penjual yaitu fotocopy KTP penjual dan pasangan, surat nikah, Kartu Keluarga, brevet, IMB, dan PBB, serta cetakan rekening guna mentransfer uang hasil penjualannya.

4. Pemohon mengisi formulir pengajuan KPR dan pihak penjual mengisi formulir dengan akan dijual.

5. Bila dokumen telah diserahkan, menunggui dipanggil untuk wawancara. Perlu diketahui, bahasa tubuh akan mempengaruhi penilaian petugas bank.

Loading…