JAKARTA semrawut PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) mengabulkan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) hari ini, Rabu (5/5/2021). Emiten pemilik serta pengelola Lucy In The Sky ini menjadi kongsi tercatat ke-16 yang melakukan IPO di Bursa Ekor Indonesia (BEI) pada tarikh 2021.

Di dalam keterangan tertulis, saham LUCY ditawarkan kepada masyarakat secara harga Rp100 per saham dengan target raihan uang sebanyak-banyaknya Rp40, 50 miliar. Perseroan melepas hingga 337, 50 juta saham mutakhir atau setara dengan 32, 61% kepemilikan.

Baca Selalu: IPO, Pengelola Lucy In The Sky Incar Sedekah Rp40, 50 Miliar

Dalam kesibukan korporasi ini, Perseroan dibantu oleh Penjamin Pelaksana Emisi Efek yakni PT Turunan Capital Sekuritas. Perseroan secara bersamaan juga menerbitkan sebesar 236, 25 juta Waran Seri I yang menyertai Saham Baru Perseroan ataupun sebanyak 33, 87% sebab total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana Bagian ini disampaikan.

Waran Seri I dikasih secara cuma-cuma sebagai motivasi bagi para pemegang Saham Baru yang namanya terekam dalam Daftar Pemegang Saham pada Tanggal Penjatahan. Setiap pemegang 10 Saham Anyar Perseroan berhak memperoleh tujuh Waran Seri I pada mana setiap satu Waran Seri I memberikan sah kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru Perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.

Baca Juga: 14 BUMN IPO, Investor Asing Bisa Sekaligus Saham

Adapun rencana penggunaan persediaan hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek, segenap akan digunakan oleh Perseroan untuk modal kerja, pembalasan sewa gerai dan kesibukan operasional seluruh gerai, cara rekrutmen, pengelolaan sumber daya manusia, pelatihan karyawan, pengembangan sistem yang terintegrasi untuk pengelolaan gerai, biaya pemasaran yang dibutuhkan untuk tujuh gerai baru, dan peremajaan gerai Lucy In the Sky di SCBD.

Sedangkan dana dengan akan diperoleh dari buatan Pelaksanaan Waran Seri I seluruhnya akan digunakan Perseroan untuk modal kerja Perseroan mencakup namun tidak terpatok pada pembayaran sewa semasa setahun, pembayaran gaji pegawai, proses rekrutmen, pengelolaan sumber daya manusia, pelatihan karyawan, pengembangan sistem yang melekat untuk pengelolaan gerai, dan biaya pemasaran.