JAKARTA kepala Ketua Dewan Komisioner Otoritas Uluran tangan Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengecap pihaknya akan mempertimbangkan permintaan industri perbankan terkait perpanjangan jangka waktu kebijakan restrukturisasi kredit.

Hal itu disampaikan di dalam webinar Institute for Development of Economics and Finance (Indef) pada Jakarta. Menurutnya masih ada ruang untuk memperpanjang kebijakan restrukturisasi nilai tersebut.

“Kebijakan restrukturisasi kredit itu nanti paling tidak sudah akan diputus sebelum akhirusanah. Namun ada ruang untuk memperpanjang kebijakan tersebut, ” kata Wimboh, Kamis (23/7/2020).

Baca Juga:   Lesu, Penyaluran Kredit Perbankan Juni Diprediksi Lahir di Bawah 3% 

Kemudian, lanjut dia, OJK saat ini sedang memonitor realisasi keringanan kredit kepada debitur dengan terkena dampak Covid-19. Menurut dia, keputusan perpanjangan atau tidaknya kecendekiaan itu tergantung seberapa cepat perbaikan ekonomi nasional berlangsung.

“Dan jangan-jangan kita bisa recovery cepat. Namun kami akan putus nanti. Apabila memang belum pulih dalam POJK juga telah kita kasih ruang, apakah tersebut bisa diperpanjang apabila memang diperlukan, ” tandas dia.

Baca Juga:   Mempertimbangkan Jangan ‘Jajan’ Saham Sembarangan, Tersedia 19 Emiten yang Dipantau BEI 

Sebelumnya Pemimpin Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sekaligus Direktur Utama BRI Sunarso meminta OJK untuk memperpanjang masa waktu relaksasi kredit.

Pasalnya kebijakan restrukturisasi nama masih sangat diperlukan, hal ini seiring dengan meningkatnya pengajuan restrukturisasi kredit pada segmen non-usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

(dni)

Loading…