JAKARTA – Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih dipengaruhi beberapa sentimen, baik dari di dalam maupun luar negeri. Diperkiraan pergerakan Rupiah hari ini Rp14. 600-Rp14. 850 per USD.

Berdasarkan data Treasury MNC Bank, Senin (21/9/2020), beberapa rilis petunjuk ekonomi dalam negeri masih cocok dengan ekspektasi pasar. Dimulai sejak neraca dagang periode Agustus yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mengalami surplus USD 2, 33 miliar. Ekspor USD 13, 07 miliar atau lebih mulia dibandingkan impor sebesar USD 10, 74 miliar. Surplus pun diperkirakan akan tetap terjadi selama pandemi berlangsung.

Baca Juga: Rupiah Perkasa, Pagi Ini Menguat ke Rp14. 715/USD

Selanjutnya dari Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia periode September 2020 memutuskan mempertahankan suku bunga cetakan di level 4%.

“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 16-17 September 2020 membatalkan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 4%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3, 25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4, 75%, ” papar Gubernur BI Perry Warjiyo, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:   Rupiah Bisa Menguat ke Rp14. 650/USD tapi Tunggu Keputusan BI

Penguatan Rupiah di dalam perdagangan akhir pekan kemarin serupa didukung oleh respon pasar yang menjadi positif terhadap draf revisi undang-undang Bank Indonesia. Dalam draft tersebut disebutkan tentang perluasan perintah bank sentral untuk meningkatkan kemajuan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja melalui sinergi kebijakan moneter dengan pemerintah lewat dewan ekonomi besar yang diketuai Menteri Keuangan. Serupa penegasan Gubernur BI bahwa draft tersebut tidak akan mengganggu kemandirian bank sentral.

Dari AS, The Fed akan menjaga suku bunga di level lembut hingga 2023. Jerome Powell, mengumumkan suku bunga tetap 0, 25%, sementara nilai pembelian aset (quantitative easing) tidak akan ditingkatkan. Powell juga optimistis terhadap pemulihan ekonomi AS, dengan merevisi proyeksi produk domestik bruto, inflasi, serta tingkat pengangguran.

Sementara, keterangan ketenagakerjaan AS untuk pekan morat-marit menunjukkan klaim pengangguran awal mendarat lebih lambat dari yang diharapkan. Klaim pengangguran pada pekan awut-awutan sebesar 860. 000 klaim, lebih tinggi daripada 850. 000 dengan diperkirakan oleh pasar.

Dari inggris, Bank of England (BoE) mengumumkan mempertahankan suku bunga acuan 0, 1% dan menjaga program pembelian aset (quantitative easing) senilai 745 miliar poundsterling.