JAKARTAJualan camilan di tengah pandemi menjadi salah satu rekomendasi yang bisa dicoba. Apalagi aktivitas yang dilakukan banyak di rumah, sehingga membutuhkan variasi makanan.

Variasi produk camilan yang dijual pun beragam, mulai dari stik keju dan stik talas. Camilan jenis stik ini layak diperhitungkan, karena rasa dan harganya terjangkau sehingga berpengaruh pada tingkat penjualan.

Pangsa pasar juga besar, dari anak-anak sekolah dasar hingga menengah.

Tapi untuk memulainya, masyarakat perlu tahu  bahwa kunci sukses dari usaha camilan terdapat pada rasa dan kemasan. 

Baca Juga: Usaha Tanpa Modal tapi Untung Puluhan Juta Rupiah, Ini Caranya

Melansir dari buku “Usaha Camilan Modal 1juta Balik Modal 1 Bulan” oleh Adib Ihsan, Jakarta, Senin (31/8/2020), berikut cara penjualan camilan supaya berhasil dan segera menuai keuntungan.

Untuk penjualannya sendiri, ada banyak yang bisa ditembus, mulai dari toko oleh-oleh (kemasan 500 gram-1.000 gram), swalayan, toko kelontong, maupun kantin sekolah (kemasan 100 gram-300gram).

Dengan modal awal Rp200.000 sudah bisa menjalankan bisnis stik keju dan talas. Sedangkan, modal di luar dagangan cukup sepeda motor milik sendiri dan tas kanvas untuk membawa dagangan.

Baca Juga: Cara Agar Bisnis Bertahan saat Covid-19, Sandiaga Uno: Jangan Bilang ‘Saya Gaptek

Untuk penjualan lebih lanjut, analisis modal dan keuntungannya yakni, modal awal yang perlu dikeluarkan adalah sejumlah mesin sealer senilai Rp120.000, tas motor (untuk membawa produk) dengan kisaran Rp160.000, dan bahan baku 1 ball stik talas/keju seharga Rp67.000, totalnya yaitu Rp347.000.

Sedangkan pengeluaran operasional yakni plastik 0,4 pak (400 lembar) dikalikan 30 hari seharga Rp156.000, plastik 2 kg (20 lembar) dikalikan 30 hari seharga Rp18.000, listrik sekira Rp20.000, dan bensin Rp100.000, total keseluruhan Rp294.000.

Sedangkan pendapatan bulanan, harga jual stik Rp400 dikalikan 400 pcs (target per bulan) dikalikan 30 hari, yaitu mencapai Rp4.800.000.

(fbn)