JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan kalau UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja bukan hanya untuk menciptakan kesempatan kerja, namun juga untuk mengakomodasi kelangsungan menyala, peningkatan perlindungan dan kesejahteraan pekerja/buruh, serta kelangsungan usaha yang membenang.

“UU Cipta Kerja merupakan bagian dari ikhtiar yang diambil Pemerintah guna mewujudkan visi Indonesia menjadi negara yang kerajaan, maju, adil, dan makmur, ” kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, dalam acara Webinar Kompas Talks Teraskita KAGAMA di Jakarta, Sabtu (28/11/2020).

Baca Juga:   UU Ciptaker Digugat, Menaker: Negeri Akan Tunduk pada Keputusan MK 

Ida mengutarakan pemerintah melihat sejumlah tantangan serta peluang ketenagakerjaan yang ada era ini, antara lain, pertumbuhan ekonomi yang masih rendah, angka pengangguran yang masih tinggi, perlunya pendirian SDM yang berkualitas, dan kemajuan ekonomi digital dan tren teknologi yang mengubah lanskap bisnis ke depan, sehingga mempengaruhi peta hajat tenaga kerja dan perubahan arketipe hubungan kerja yang semakin rajin.

Hal lain dengan tidak kalah penting, ialah perlunya peningkatan daya saing investasi menggunakan kemudahan berusaha dan penataan regulasi yang tumpang tindih, yang mempengaruhi kecepatan dalam menangkap peluang investasi untuk penciptaan lapangan pekerjaan & pengembangan UMKM.

 

“UU Cipta Kerja juga berniat menyelesaikan tantangan ketenagakerjaan lainnya, serupa bonus demografi, di mana sebagian besar penduduknya berusia produktif atau usia kerja, dan dampak Covid-19 terhadap ketenagakerjaan, ” katanya.