JAKARTA – Pemerintah mengeluarkan kecendekiaan untuk perjalanan orang saat libur Natal dan Tahun Baru 2021. Tujuannya adalah untuk menekan nilai kasus positif covid-19 yang terus berserang.

Adapun kurang aturan tersebut misalnya mewajibkan asosiasi melakukan Rapid Tes Antigen H-2 keberangkatan ketika hendak berpergian ke luar kota menggunakan transportasi suasana maupun darat. Sementara bagi bangsa yang hendak ke Bali harus melayani PCR Test H-2 keberangkatan.

Pemerintah Provinsi Bali pun telah mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Bali Bagian 2021 Tahun 2020 Tentang Pengoperasian Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tarikh Baru 2021 dalam Tatanan Kesibukan Era Baru di Provinsi Bali. Surat tersebut ditandatangani oleh Gubernur Bali Wayan Koster pada 15 Desember 2020.

 

Baca Juga:   Ada Sarana Wajib Uji Swab Sebelum ke Bali, Ini Dampaknya pada Pariwisata 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Carik Daerah (Sekda) Provinsi Bali Ni Luh Made Wiratmi mengatakan, kesimpulan tersebut semata-mata adalah untuk menyembunyikan masyarakat Bali dari penyebaran Virus Corona (Covid-19). Mengingat, saat itu angka penyebaran virus corona (covid-19) masih terus meningkat setiap harinya.

“Pelaksanaannya terpaut surat edaran tersebut (karena) terjadi peningkatan terhadap masyarakat yang pasti. Tujuannya adalah untuk melindungi klub yang ada di sini (dari penyebaran virus corona), ” ujarnya dalam acara market review IDX Channel, Kamis (17/12/2020).

Baca Juga:   Wajib Tes PCR, 133 Seperseribu Turis Batal Liburan ke Bali 

Menurut Ni Luh, memang kesimpulan ini tidak bisa menyenangkan seluruh pihak. Karena pasti akan tersedia saja masyarakat atau beberapa bagian yang menolak atau memprotes keputusan tersebut.

“Ada yang mungkin yang tidak menyambut, dan ada yang mungkin menerima, ” ucapnya.