JAKARTA – Menyimpan pemahaman pada anak tentang peran dan fungsi uang dalam kehidupan merupakan hal penting. Pasalnya, keluarga merupakan sebuah organisasi kecil, dengan memerlukan strategi khusus dalam tata keuangannya.

Mengapa begitu? Hal tersebut karena setiap haluan pengeluaran keuangan adalah untuk seluruh anggota keluarga, tidak hanya pengampu, melainkan anak juga.

Menangkap Juga: Naik 1%, Penyaluran Pengaruh Juli 2020 Capai Rp5. 536, 4 Triliun

Melansir dari buku Cerdas Kelola Keuangan Keluarga oleh Winny Lukman, Hera Budiman, Finika Naturina Novianti, dkk, Jakarta, Minggu (6/9/2020), cita-cita melibatkan anak dalam keuangan memang masih sangat abstrak bagi itu.

Namun, dengan dalil demikian, penulis mencoba membuatnya positif dengan cara memberikan peran serta wewenang pada anak-anak dalam pengelolaan keuangan sesuai dengan usianya.

Peran yang diberikan yaitu deputi keuangan keluarga, di mana wewenang anak adalah mengelola sebesar uang secara berkala. Sejumlah kekayaan ini kemudian diberi nama uang saku.

Menangkap Juga: Anggaran Belanja Rp307 Triliun Jadi Angin Segar UMKM

Berikut adalah khasiat yang didapatkan setelah melibatkan anak-anak dalam pengelolaan keuangan:

Pertama, dapat mengontrol dan merancangkan pengeluaran (jajan) minggu anak-anak jadi terkendali dan nominalnya pun mampu diatur. Dengan demikian, pos pengeluaran dapat terbaca dan diatur pada setiap bulannya.