JAKARTA berantakan Asuransi menjadi hal yang harus dimiliki dalam kondisi saat tersebut. Mengingat situasi yang terjadi masa ini masih diselimuti oleh ketidakpastian akibat adanya pandemi virus corona.

Apalagi, ekonomi Indonesia berada dalam bayang-bayang resesi. Hal tersebut menyusul ekonomi Nusantara pada kuartal II-2020 yang -5, 3% secara tahunan (year on year/yoy) yang artinya, jika pada kuartal III-2020 negatif lagi maka ekonomi Indonesia secara resmi menjalani resesi.

  Baca pula: Asuransi Penting saat Resesi akan tetapi Sesuaikan dengan Kantong

Perencana Keuangan dari Pacar Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini mengatakan, dalam situasi seperti itu, asuransi kesehatan seperti BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) penting buat dimiliki. Hal ini sebagai perkiraan jika terjadi sesuatu pada kesehatan tubuh selama pandemi, sehingga bisa tercover oleh BPJS Kesehatan.

“Harus (punya asuransi). Setidaknya Anda punya BPJS, jika memang punya asuransi swasta itu lebih bagus lagi, ” ujarnya masa dihubungi Okezone , Kamis (3/9/2020).

  Baca juga: Berlagak Sok Kaya tapi Bikin Miskin, Itu Penyebabnya

Patuh Mike dengan memiliki asuransi bisa sedikit tenang jika memang tersentuh covid ataupun penyakit lainya. Sebab pihak asuransi akan mengcover seluruh biaya pengobatannya.

Hal ini berbeda ceritanya jika tidak memiliki asuransi sama sekadar. Untuk biaya berobat, harus merogoh kocek kantong sendiri, yang mana pada masa seperti ini pemasukan sedang sulit-sulitnya.

  Baca juga: Dapat Subsidi Gaji Rp2, 4 Juta, Begini Hitung-hitungan Pengelolaannya

“Setidaknya untuk covid-19 pasti pemerintah cover selagi Anda patuh dalam membayar iuran premi BPJS kesehatan tubuh. Insyaallah selalu dicover sama pemerintah, ” kata Mike.

Saat pandemi seperti itu minimal asuransi yang harus dimiliki adalah kesehatan. Jika memang sudah berkeluarga dan memiliki uang lebih, bisa juga mulai memiliki asuransi jiwa.

“Paling sedikitnya BPJS Kesehatan anda kudu punya asuransi kesehatan dan asuransi jiwa kalau kita ikut BPJS kita ada Asuransi kesehatan jika meninggal ada asuransi kematian akan tetapi tidak besar kan, ” kata Mike.

(rzy)