JAKARTA – Departemen Pertanian meningkatkan pengawasan terhadap baka sawi. Pasalnya, karantina pertanian Surabaya menemukan 1, 5 ton baka sawi putih asal Korea Selatan.

Pemusnahan dilakukan karena benih sawi putih senilai Rp1, 2 miliar tersebut menyimpan bakteri kategori golongan A1 atau belum ditemukan di Indonesia. Berdasarkan hasil pengujian Laboratorium Karantina Pertanian Surabaya bakteri yang ditemukan merupakan Pseudomonas viridiflava kategori golongan A1 dan Pseudomonas chicorii golongan A2.

Kepala Karantina Pertanian Surabaya Musyaffak Fauzi sejalan dengan meningkatnya arus lalulintas komoditas pertanian baik hewan, tumbuhan dan produknya, unit pelaksana karantina pertanian yang berada 509 titik diseluruh tanah air melakukan peningkatan pengawasan baik buat ekspor, impor dan antar kawasan.

Hal tersebut agar dapat memastikan keamanan & mengendalikan mutu pangan serta makanan asal produk pertanian.

“Tidak hanya secara jumlah ketersediaan pangan juga makanan asal produk pertanian ini lulus, namun juga harus sehat, tenang dan layak untuk di konsumsi, ” kata Kepala Barantan Ali Jamil.

Baca selengkapnya: Setelah Jamur Enoki dan Benih Sawi Putih Berbakteri, RI Perketat Pengawasan

(rzy)

Loading…