JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengatakan, Indonesia masih punya zaman untuk mengungkit perekonomiannya sampai akhir September 2020 sehingga terhindar sejak resesi. Perekonomian di Tanah Tirta diketahui terkoreksi cukup dalam akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Tercatat, dalam kuartal I-2020, ekonomi Indonesia muncul 2, 97% dan pada kuartal II-2020 mengalami minus 5, 32%. Jika pada kuartal III-2020, ekonomi Indonesia minus maka Indonesia masuk jurang resesi.

“Pemulihan ekonomi nasional kita masih punya waktu datang akhir September dalam tingkatkan gaya ungkit ekonomi kita, tingkatkan daya beli masyarakat, meningkatkan konsumsi sendi tangga di kuartal III tersebut, ” ucap Jokowi dalam rapat terbatas tentang “Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional” di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/9/2020).

Baca Juga: Menko Airlangga Sebut RI Akan Ikut 215 Negara dengan Alami Resesi

Untuk mewujudkan itu, Jokowi meminta jajarannya mempercepat program insentif dengan sifatnya cash transfer agar uang bisa beredar di masyarakat. Secara begitu perekonomian Indonesia kembali pulih.

“Saya minta seluruh program insentif yang sifatrnya cash transfer agar betul-betul diperhatikan dan dipercepat, ” pungkasnya.

(dni)