JAKARTA – Penetapan harga ataupun pricing adalah salah mulia hal yang penting di kegiatan bisnis. Tidak cuma promosi dan mempertahankan status produk, menentukan harga selalu sangat berpengaruh terhadap laku atau tidaknya sebuah produk barang atau jasa.

Itu sebabnya, penentuan harga butuh strategi serta pertimbangan matang. Pengusaha tak bisa asal menentukan makna bagi produknya, jika tak disertai strategi yang benar, pengusaha bisa saja bahkan merugi mengingat saat tersebut persaingan bisnis semakin gembung.

Baca Juga: Strategi Dagang Nabi Muhammad SAW, Menghadap Produk pun Dilakukan

Dikutip dari buku Strategi Andal serta Jitu Praktik Bisnis Rasul Muhammad karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Senin (19/4/2021), harga sanggup diartikan sebagai ekspresi dari sebuah nilai, di mana nilai tersebut menyangkut nilai dan kualitas produk. Pada menentukan harga yang harus diperhatikan adalah penentuan persaingan sebagai batas atas & biaya (cost) sebagai batas bawah. Harga yang ditetapkan tidak boleh lebih agung dari harga yang ditawarkan oleh pesaing atau lebih rendah dari biaya yang dikeluarkan.

Penetapan harga pun harus fixed (tetap). Terlalu banyak potongan (harga) akan menciptakan image bahwa toko hanya menjual barang murah dan tidak berkualitas. Mungkin pada awalnya akan dapat menarik pelanggan, namun lama kelamaan akan membuat bingung pelanggan itu tunggal. Apalagi bagi pelanggan yang memiliki kecenderungan value serta quality oriented.

Baca Juga: Muslihat Marketing ala Nabi Muhammad SAW, Tidak Hanya Fokus Pada Keuntungan

Pada dasarnya, tanpa sampai ikut terpancing dengan strategi pesaing yang bermain dengan harga. Karena nilai harus realistis. Perihal penetapan harga tersebut, Nabi Muhammad juga memiliki pandangan yang sama. Konsep persaingan dengan sehat sudah ditekankan Nabi di abad tujuh masehi.

Nabi Muhammad bersabda, “Janganlah kamu menjajakan menyaingi penjualan saudaramu”. (HR. Bukhari, dari Abdullah bin Umar Ra. )