JAKARTA – Ekonom Center Reform on Economic (CORE), Mohammad Faisal mengatakan, langkah pemerintah melacak investasi hingga ke Negeri Gingseng Korea Selatan memang diperlukan di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Menurut dia, secara umum iklim investasi belum sembuh sepenuhnya di negara-negara yang terdampak Covid-19.

“Kalau kita lihat, iklim investasi di negara-negara terdampak Covid-19 belum pulih sepenuhnya. Namun kalau ditilik per daerah barangkali pertimbangan Korea Selatan menunjuk Indonesia melihat faktor lain, misalnya upah, ” ungkap dia, dihubungi di Jakarta, Senin (28/9/2020).

Baca Juga: Selain Pasar, Survei BPS: Ada Perkantoran Tak Terapkan Protokol Kesehatan

Dia juga menilai proaktif negeri yang terus mendatangkan investor aneh di tengah pandemi Covid-19 pula dinilai sebagai langkah yang membangun. Menurut dia, keterlibatan Menteri BUMN Erick Tohir kemungkinan karena kapasitasnya jadi Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional.  

“Biasanya selain BKPM, Menteri di atasnya atau setingkat Menko. Tapi saya juga tahu barangkali karena kapasitas Menteri Erick sebagai Satgas Pemulihan Ekonomi jadi pemerintah gencar menggaet investor, ” ujar dia.

Baca Juga: Tingkat Pendidikan Pengaruhi Kepercayaan Warga Tidak Tertular Covid-19

Dia menambahkan, pihak investor, terutama investor Korea Selatan harus terus diyakinkan pertama merealisasikan rencana tersebut (investasi). “Harus dikejar, jangan sampai baru sampai minat, tapi belum ada MoU atau komitmen realisasi, makanya harus terus dikejar apalagi di sedang pandemi Covid-19 seperti ini, ” pungkasnya.  

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Tohir serta Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengunjungi Korea Selatan, menindaklanjuti rencana investasi perusahaan asal Negeri Gingseng itu ke Indonesia. Menteri Erick optimis pemerintah akan agresif nutuk tetap mendatangkan perusahaan aning menanamkan pangkal ke Indonesia.

(kmj)