JAKARTA – Investasi di sektor infrastruktur disebut akan menggeliat pasca disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kegiatan. Dengan masuknya investasi, maka pembangunan infrastruktur harus mampu menjawab persoalan ekonomi yang ada saat tersebut.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri mengatakan, permasalahan ekonomi yang ada zaman ini apakah dengan membangun ulama tol atau membangun jalan raya disebut bisa memecahkan masalah dengan ada saat ini. Adapun, satu diantara tantangan yang sedang dihadapi Indonesia saat ini baik di zona riil atau dunia usaha adalah tingginya biaya logistik.

  Baca juga: Indonesia Di-lockdown 59 Negara, Investasi Bisa Kabur

“Apabila biaya logistik maka harus ada pembangunan infrastruktur yang mampu mereduksi biaya penyediaan tersebut, apakah jalan tol ataupun pelabuhan atau bandara, ini lah yang harus ada studi kelayakan lebih lanjut, ” ujar Ahmad dalam acara Market Review IDX Channel, Selasa (15/9/2020).

Pada prinsipnya, Ahmad mengecap, kolaborasi investasi atau kerja sebanding antara pemerintah dan pihak preman sangat mungkin terjadi dan saat ini memang arahnya cenderung kesana. Jadi, pemerintah harus menyiapkan kerangka regulasi seperti apa dan kemudian menyiapkan lahan yang siap buat dibangun infrastruktur kemudian dari bagian swasta baik dalam negeri atau asing melakukan pembangunan.

  Baca juga: 9 Keuntungan Investasi di Exchange Traded Fund

“Nah ini kan merupakan kolaborasi di setiap sektor khususnya swasta molek dalam negeri atau asing yang tentunya bisa berkerjasama dengan pemerintah, ” ucapnya.

(rzy)