JAKARTA – Industri properti terkena dampak sebab pandemi virus corona (covid-19). Satu diantara sektor yang terkena imbasnya adalah hunian seperti perumahan yang juga mengalami anjlok dalam penjualannya.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan, dengan ekonomi yang mengalami resesi akan berpengaruh pada pemasaran properti. Karena pelemahan ekonomi mau membuat daya beli masyarakat berkurang.

Baca Juga: Investasi Kekayaan saat Resesi, Untung Enggak Sungguh?  

Adil saja menurut Ferry, karena bangsa cenderung akan menunda belanja hajat yang dianggap kurang penting. Biasanya masyarakat akan cenderung membeli pelajaran pokok atau menyimpan uangnya.

“Dengan situasi ekonomi saat ini, daya kulak masyarakat semakin berkurang, dan kelompok cenderung lebih selektif dalam mengabulkan pembelian, kebutuhan pokok akan bertambah diutamakan, dan hal ini akan berdampak pada properti juga, ” ujarnya kepada Okezone, Sabtu (3/10/2020).

Baca Juga:   BI: Penjualan Properti Turun maka 43, 19% 

Menurut Ferry, jika ekonomi menikmati resesi, industri properti juga hendak semakin sulit untuk bisa rebound. Menurutnya, membutuhkan waktu yang pas lama untuk bisa membalikan industri properti ke posisi semula.

“Berarti properti pelik untuk pindah ke kondisi semula, dan ini berarti masih membutuhkan lebih banyak waktu untuk pulih, ” jelasnya.

(dni)