JAKARTA – Aksi demo menentang Undang-Undang Cipta Kerja merugikan banyak pihak. Sebab, aksi yang dikerjakan di beberapa daerah meninggalkan penuh kerusakan baik fasilitas umum atau milik perorangan.

Fasilitas publik dirusak seperti Halte Mabuk Jakarta dibakar, di Yogyakarta, salah satu restoran juga ludes dibakar perseorangan peserta aksi.

Baca Juga: UU Cipta Kerja Berikan Penuh Peluang untuk UMKM

Direktur Eksekutif Core Indonesia Piter Abdullah mengatakan, aksi pengabuan fasilitas umum dan milik perorangan pasti meninggalkan kerugian yang cukup besar. Bahkan, bisa berdampak domino kepada para pekerja.

Sebagai salah satu contohnya adalah aksi pembakaran salah satu restoran yang terjadi di Yogyakarta. Menurutnya, selain kerugian materil, para pelaku restoran tersebut juga terancam kematian pekerjaanya.

Hal itu justru berbanding terbalik dengan tuntutan peserta aksi yang ingin membela hak pekerja. Karena aksi pengabuan tersebut justru merugikan para pekerja lainnya

“Kalau restoran dibakar artinya para buruh pekerja enggak bisa lagi kerja dong. Terus pekerja itu belain sapa, ” ujarnya saat dihubungi Okezone , Jumat (6/10/2020).

Baca Serupa:   IHSG Lesu akibat Demo UU Ciptaker tapi Tak Akan Lama

Tersebut baru terjadi pada satu kejadian yakni pada restoran. Belum teristimewa para pedagang yang biasa untuk berjualan di sekitaran Malioboro dengan terpaksa harus kehilangan potensi pendapatannya karena tidak bisa berjualan.

“Kalau di Jogja itu sepanjang jalan Malioboro itu tepat. Itu yang rugi langsung. Belum kalau ditanya satu-satu pedagang kehilangan kesempatan cari uang satu keadaan, ” jelasnya

Meniru lainnya adalah aksi pembakaran yang dilakukan kepada beberapa halte mabuk Jakarta. Meskipun dirinya tidak menyampaikan gambaran pasti dan perhitungan angkanya, namun pasti pembakaran dan pengrusakan pada fasilitas umum ini melahirkan kerugian.

Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta mencatat sedikitnya kerugian akibat gerak laku demonstrasi UU Cipta Kerja (Ciptaker) yang berujung pada pengrusakan, Kamis 8 Oktober2020, mencapai Rp65 miliar. Kerugian tersebut berasal dari tempat fasilitas umum yang dirusak dan dibakar massa demonstran.

Kerugian tersebut didapat dari sebanyak fasilitas umum yang rusak. Pada antaranya adalah 25 halte transjakarta, plang penunjuk arah, barier pembatas jalan, pos polisi, pot bunga, hingga lampu lalu lintas yang banyak dirobohkan massa.