JAKARTA – Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Negeri (PP) Nomor 44 tahun 2020 mengenai Pemberian Gaji, Pensiun, Tumpuan atau Penghasilan Ketiga Belas Tahun 2020.

Adapun, penghasilan ke-13 untuk pegawai negeri sipil (PNS) akan segera cair di hari Senin, 10 Agustus 2020. Dalam aturan itu, gaji, Pensiun, Tunjangan, atau Penghasilan ketiga belas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat diberikan bagi Calon PNS, paling banyak meliputi 80% (delapan puluh persen) dari gaji penting PNS. Lalu, tunjangan keluarga dan tunjangan jabatan atau tunjangan umum.

Baca Juga: Kabar Bahagia, Gaji ke-13 PNS Cair Senin 10 Agustus

Namun, gaji ke-13 tahun itu tidak meliputi tunjangan kinerja maupun insentif kinerja

“Penetapan Peraturan Pemerintah ini dimaksudkan untuk memberikan landasan hukum bagi pengoperasian pemberian gaji, pensiun, tunjangan, atau penghasilan ketiga belas kepada PNS, PrajuritTNI, Anggota POLRI, Pegawai non-PNS, dan penerima pensiun atau tunjangan, ” tulis aturan tersebut dikutip Sabtu (8/8/2020).

Morat-marit, untuk PNS, prajurit TNI, atau anggota Polri yang telah wafat dunia, tewas atau gugur beserta hilang, maka besaran gaji ke-13 yang diterima akan sebesar utama bulan gaji terusan pada bulan Juli.

Menyuarakan Juga:   Anggaran Gaji ke-13 PNS, Sri Mulyani Cairkan Rp28 Triliun 

Mengenai anggarannya akan dibebankan pada lembaga atau lembaga tempat PNS, prajurit TNI, atau anggota Polri tersebut bekerja.

Rincian gaji ke-13 bagi pimpinan LNS atau yang jabatannya Ketua/Kepala Rp9, 59 juta, sedangkan untuk Wakil Ketua/Wakil Kepala LNS Rp8, 79 juta, Sekretaris Rp7, 99 juta serta Anggota Rp7, 99 juta.

Lalu, kategori Pejabat non-PNS pada LNS atau pejabat lainnya non-PNS yang menduduki jabatan setimpal eselon seperti Eselon I/JPT Utama/JPT Madya Rp9, 59 juta, posisi Eselon II/JPT Pratama Rp7, 34 juta, lalu Eselon III/Jabatan Eksekutif Rp5, 35 juta, dan Eselon IV/Jabatan Pengawas Rp5, 24 juta.

Loading…