JAKARTA – Dunia tengah dibuat geger oleh kabar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meyakinkan corona (covid-19). Bahkan pasar keuangan di Amerika Serikat termasuk Indonesia sempat anjlok setelah mendengar kabar positifnya Trump.

Ekonom INDEF Bhima Yudhistira mengatakan satu diantara sektor yang paling terkena hasil dari kabar positifnya Donald Trump adalah pasar keuangan. Para investor pun menjauhi pasar saham sebab dinilai memiliki risiko yang benar tinggi.

Baca Juga: Ngeri, Dampak Covid-19 Lebih Ganas Dibanding Krisis 1998

Oleh karena itu, para investor asing pun ramai-ramai menjual portofolionya. Sehingga salah satu dampaknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0, 87% ke tangga 4. 927.

“Investasi di saham pun dijauhi oleh investor karena resikonya tinggi. IHSG terpantau alami aksi jual aneh dan terkoreksi 0. 9% mulai sesi sampai siang ini, ” ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (2/10/2020).

Baca Juga: Buka-bukaan Pengusaha soal Resesi Ekonomi Lahirkan PHK Massal

Sebagai gantinya, para investor ramai-ramai untuk membeli dolar. Karena para investor menganggap kalau dolar menjadi salah satu aset yang paling aman.

Hal ini pun berpengaruh ke nilai tukar Rupiah. Bahkan, jumlah tukar rupiah berpotensi melemah ke level lebih dari Rp15. 000 per USD

“Ini paling berdampak pada gejolak dalam pasar keuangan dalam jangka kompak. Dolar AS langsung diburu sebab investor karena dianggap aset yang aman. Rush ke dolar menjadikan rupiah melemah lebih dari Rp15. 000, ” jelasnya.

(kmj)