JAKARTA – Departemen Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan bantuan tepat tunai (BLT) sebesar Rp600. 000 untuk pekerja bergaji di kolong Rp5 juta sudah cair. Pencairannya langsung ditransfer ke rekening yang berhak menerima.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menjamin pembagian bantuan subsidi upah (BSU) buat pekerja bergaji di bawah Rp5 juta dilakukan secara akuntabel.

“Bantuan akan ditransfer langsung dari rekening penyalur ke rekening penerima tanpa melalui perantara. Uangnya pun tepat ditransfer dari bank penyalur ke penerima, tidak ada mampir ke mana-mana. Kami hanya sebagai fasilitator saja, menyambungkan secara administratif, ” kata Ida.

Beserta adalah fakta mengenai pencairan bansos pekerja yang dirangkum Okezone , Sabtu (29/8/2020).

Baca juga: Awak Terima Bantuan Dobel, Erick Thohir: Nawaitu Tak Korupsi Enggak Apa-Apa

satu. Tenaga Honorer Dapat BLT

Jokowi mengatakan kalau penerima subsidi gai berasal lantaran berbagai macam pekerjaan. Bahkan tempat menyebut para pekerja honorer pula menerima bantuan pemerintah dengan mutlak Rp. 2, 4 juta itu.

“Hari ini aku kira komplit. Ada pekerja honorer. Termasuk guru honorer, petugas pemadam kebakaran honorer. Karyawan hotel. Gaya medis perawat ada. Petugas kebersihan ada. Ya komplit. Siapapun dengan membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan dengan aktif sampai bulan Juni rajin patuh itu yang diberikan, ” ungkapnya.

dua. Ditransfer Bank BUMN

Ida Fauziah mengatakan kalau bantuan subsidi gaji dilakukan oleh himpunan bank milik negara (Himbara). Di mana nantinya akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing pelaku.

“Proses penyaluran sandaran ini dilaksanakan melalui bank distributor yang terhimpun dalam himbara serta akan ditransfer langsung ke per rekening pekerja atau buruh, ” katanya.

Baca juga: Dapat Subsidi Gaji Rp1, 2 Juta, Perawat Ini Curhat Lalu Menangis di Depan Jokowi

3. Dicairkan Bertahap

Ida mengatakan bahwa penyaluran bakal dilakukan secara bertahap hingga menyentuh keseluruhan target 15, 7 juta penerima program. Bantuan ini adalah salah satu langkah mitigasi efek covid yang dialami oleh para pekerja.

“Subsidi ini diharapkan mampu menjaga serta meningkatkan daya beli pekerja atau buruh dan mendongkrak konsumsi sehingga menerbitkan multiplier effect pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, ” pungkasnya.